Internet

#ReinstalBukalapak..#SaveBukalapak, Save Unicorn Anak Bangsa

Diperbarui 17 Februari 2019

Savebukalapak
Daftar Isi
  1. Siapa Achmad Zacky?
  2. Mengungkap soal anggaran R&D
  3. Lantas, dimana letak kesalahan Achmad Zaky?

#Reinstall Bukalapak, #SaveBukalapak  – Perlu diketahui, artikel ini tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan politik, karena semua penulis kami tidak satupun memuat artikel berbau politik. Tulisan ini lebih menilai perilaku netizen Indonesia yang terkesan sangat lebay.

Untuk kasus #UninstalBukalapak yang justru menjadi trending topik ini memang cukup menggelitik.

Lagi-lagi ulah netizen atau warganet Indonesia,…Ini karakter asli mereka.

Lantas, andil dan potensi besar mereka (netizen-red) itu, apakah membuat kita bangga, biasa saja atau justru mengelus dada?

Perkenalkan, nama saja Jesica Putri, Global Internet Marketer, untuk perusahaan UMKM, sekaligus Official Editor di Klik Mania.

Saya berdomisili di kota Salatiga, sesuai alamat redaksi website ini. Latar pendidikan saya mungkin tidak terlalu penting.

Sekedar informasi, website kami sudah banyak menerima karya tulisan dari ratusan penulis lepas. Itu artinya, mereka sebagai penulis menerima upah dari setiap artikel yang berhasil dipublikasikan.

Dengan kata lain, website kami berhasil menciptakan lapangan kerja buat mereka, meskipun masih dalam skala yang relatif kecil jika dibandingkan dengan media-media besar lain.

Menanggapi kasus cuitan Achmad Zaky (Pendiri Bukalapak) yang berujung pada gerakan ramai-ramai untuk uninstall Bukalapak, bahkan sampai mem-bully habis-habisan adalah tindakan yang kurang tepat.

Sebagai mana kita tau, prestasi Bukalapak sebagai salah satu Startup Unicorn Indonesia harus melalui perjuangan yang tidak mudah.

Siapa Achmad Zacky?

Bukalapak yang awalnya berdiri ditahun 2010 harus berjuang untuk meyakinkan semua orang supaya tidak takut untuk berbelanja secara online, yang waktu itu banyak terjadi kasus penipuan.

Achmad Zacky juga berhasil meyakinkan kepada pelapak (penjual) agar menjual produknya secara online, karena target pasar nya juga semakin luas dan mereka memiliki omzet yang lebih besar.

Visi dari Bukalapak sendiri yakni untuk mengubah hidup banyak orang dengan memajukan (UKM) Usaha Kecil Menengah milik masyarakat lewat dunia internet.

Bahkan, Achmad Zacky bela-belain untuk menjadi bintang iklan dalam setiap promosinya.

Intinya, Bukalapak saat ini berhasil membuat ribuan lapangan pekerjaan baru, memberi harapan dan angin segar pada UKM, ataupun usaha perseorangan yang mungkin saat ini belum bisa dilakukan oleh pemerintah secara maksimal.

Achmad Zaky memang bukan orang terkenal awalnya. Pria kelahiran Sragen, Jawa tengah yang pernah ditolak dari perusahaan besar ini memang tak kenal putus asa.

Berkat kegigihan dan perjuangannya, Bukalapak berhasil masuk dalam jajaran 10 Teknopreneur paling berpengaruh Asia Tenggara.

Achmad Zaky besama tim pendiri Bukalapak berhasil membangun kepercayaan melalui proses transaksi online, serta membangun komunitas pasar daring terkuat di Indonesia.

Setelah berhasil memperoleh kucuran dana investasi dari EMTEK Group sejumlah ratusan miliar rupiah, Achmad Zaky tetap merangkul UKM agar semakin berkembang di Indonesia.

Mengungkap soal anggaran R&D

Melansir dari Tribunnews.com, dalam cuitan Zaky mengenai anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) sangat minim tahun 2016, hanya US$ 2 miliar. Memang tertinggal jauh dari negara lain yang sudah menyediakan anggaran R&D.

Bahkan, Anggaran belanja riset dan pengembangan Indonesia (2004-2014) hanya 0,08% dari PDB, terendah dibandingkan anggaran ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam maupun Filipina.

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (merujuk hanya US$ 2 miliar)”,  tulisnya.

Menyinggung soal Revolusi industri ke-4 atau yang biasa dikenal revolusi industri 4.0 memang mulai digaungkan oleh pemerintah. Bahkan, Presiden Jokowi sudah meresmikan Making Indonesia 4.0 untuk menyongsong revolusi tersebut.

Revolusi industri 4.0 memang memunculkan pro dan kontra. Namun, sebagai bangsa yang besar dan ingin lebih baik ke depannya, revolusi industri 4.0 memang harus dilakukan.

Di akhir tweet Zaki menyebutkan soal presiden baru. “Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky dalam akunnya.

Cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Twitter ini yang kemudian dipersoalkan netizen pendukung Jokowi sehingga tagar #Uninstal Bukalapak jadi trending.

Kata “Presiden baru“, mungkin di persepsikan dengan presiden wajah baru atau pengganti presiden lama.

Namun secara resmi di bulan April 2019, Indonesia akan memilih pemimpin baru melalui pesta demokrasi pemilu.

Artinya, dari hasil suara terbanyak dari seluruh masyarakat Indonesia nanti akan menghasilkan “pemimpin baru”. Dan itu artinya adalah presiden baru untuk masa jabatan 5 tahun kedepan, yakni 2019 -2024.

Saat ini, kedua pasangan calon (paslon) Presiden ini disebut dengan kandidat atau “yang mencalonkan”.

Baik pasangan 01 dan 02, semua adalah kandidat yang akan manjadi presiden baru, salah satu memenangkan suara terbanyak.

Lantas, dimana letak kesalahan Achmad Zaky?

Achmad Zaky sebenarnya tidak salah dalam cuitannya,

Dalam konteks Revolusi industri 4.0, dia memperjuangkan anggaran atau budget R&D negara Indonesia yang jauh lebih rendah dari negara lain di ASEAN lainnya, yaitu sebesar US$ 2 miliar (setara Rp 28 triliun).

Hasilnya untuk siapa? Lagi-lagi untuk merangkul ribuan UKM lokal Indonesia, perjuangan untuk sumber daya yang lebih baik.

Bisa dilihat pada gambar dibawah, Indonesia adalah urutan terakhir.

Save bukalapak

Yang salah menurut saya adalah kata “Presiden baru”, yang bagi sebagian orang adalah dianggap sebagai Presiden dengan Wajah baru.

Sebenarnya, melalui laman Twitternya, Achmad Zaky juga sudah meminta maaf kepada pendukung Jokowi.

Melalui cuitannya, Achmad Zaky meminta maaf atas kata-kata yang sebelumnya telah ia cuitkan.

Hanya gara-gara persepsi netizen atau warganet Indonesia, tagar #UninstallBukalapak ini menyebabkan rating Aplikasi Bukalapak Anjlok di App Store dan Google Play Store.

“Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya,” tulis Achmad Zaky.

Lantas, andil dan potensi netizen dengan kata-kata Achmad Zacky yang bisa dibilang misperception, apakah membuat kita bangga, biasa saja atau justru mengelus dada?

Apakah kalian netizen Indonesia sudah  berbuat sesuatu untuk bangsa ini?

Ingat, dengan semakin trendingnya tagar #UninstalBukalapak, itu artinya kalian semua akan membunuh ribuan UKM yang sudah berjuang mati-matian mencari nafkah…

Dengan mempopulerkan tagar #UninstalBukalapak, artinya banyak dari mereka akan kehilangan kepercayaan dari salah satu Unicorn asli buatan anak negri sendiri.

Perlu diketahui, marketplace seperti Lazada, Shoppe, JD, itu buatan mana??

Mulai, sekarang …ReinstalBukalapak..#SaveBukalapak..jangan jadi korban politik.

Jesica Putri

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *